Apartemen Rakyat atau Rumah Susun Tipe B di Bandung

Apartemen Rakyat atau Rumah Susun Tipe B di Bandung

Pemerintah Kota Bandung Sedang membangun apartemen rakyat atau rumah susun tipe B dengan jumlah mencapai seribu unit dalam empat tower. Rumah susun ini diperuntukkan bagi kalangan menengah ke bawah. Khusus kalangan rakyat miskin, rumah susun atau Apartement rakyat ini dilepas dengan harga termurah Rp 55 juta.

rumah susun atau Apartement rakyat

Program rumah susun ini akan didanai swasta dan sedang dalam tahap market sounding untuk mencari investor. Rencananya, rumah susun ini akan berlokasi di sekitar Paldam III Siliwangi, Jalan Jakarta, Bandung. Sebagian besar dari seribu unit rumah susun ini diperuntukkan bagi kalangan menengah.

Sebanyak 300 unit hunian di apartemen yang ditargetkan selesai akhir 2016 ini akan dilepas untuk warga miskin Kota Bandung dengan harga Rp 55-80 juta per unit. Rumah susun ini tidak menjadi hak milik selamanya. Pemerintah kota bandung membatasi waktu tinggal selama 60 tahun.

"Sebanyak 300 unit untuk kelompok menengah ke bawah dan 700 unit untuk kelompok menengah ke atas," kata WaliKota Bandung Ridwan Kamil di Bandung, seperti di beritakan Tempo.

"Dicicil Rp 400 ribuan per bulan. Daripada bayar kos atau ngontrak, mending nyicil untuk dimiliki selama 60 tahun,” ucap Emil--panggilan akrab Ridwan Kamil. Menurut dia, tanah negara tidak bisa dilepas menjadi tanah pribadi. Jangka waktu 60 tahun bisa dipakai untuk dua generasi.

Dan 700 unit hunian apartemen rakyat tersebut akan dilepas untuk masyarakat kelas menengah dengan harga yang berbeda yakni Rp 250-270 juta. Menurut Emil, unit-unit tersebut dilepas dengan harga lebih mahal supaya bisa menyubsidi 300 unit apartemen yang diperuntukkan bagi rakyat miskin.

Meski harga per unitnya berbeda, Emil tetap memastikan tidak ada perbedaan antara apartemen yang dijual bagi kalangan bawah ataupun kalangan menengah. "Fasilitasnya sama saja dengan yang menengah. Kenapa lebih mahal? Ya, sebab mereka lebih mampu. Itu yang dimaksud berkeadilan," tuturnya.

"Kepada kelas menengah, jangan merekayasa jadi orang tidak mampu. Di sinilah hukum berkeadilan dan subsidi," ujarnya.

Guna mengantisipasi pemalsuan surat keterangan tidak Mampu (SKTM) terulang, Pemerintah Kota Bandung bakal memverifikasi pengajuan surat yang masuk. Proses seleksi maupun verifikasi akan dimulai Desember mendatang. “Jadi kelompok tukang gorengan, tukang becak, dapat masuk kelompok yang hanya membayar Rp 55 juta,” katanya.

Apartemen Rakyat atau Rumah Susun Tipe B. 300 unit  yang ditargetkan selesai 2016 ini untuk warga miskin Kota Bandung dengan harga Rp 55-80 juta per unit..

Leave a reply "Apartemen Rakyat atau Rumah Susun Tipe B di Bandung"