Biaya Jual Beli KPR Rumah

No comment 772 views

Biaya Jual Beli KPR Rumah

Ketika kita memutuskan untuk membeli rumah KPR, kita juga harus mempertimbangkan dengan teliti terhadap kemungkinan biaya yang timbul saat proses jual-beli rumah. Banyak penjual maupun pembeli rumah yang kaget akan besarnya biaya tambahan jual-beli rumah, sebab jumlahnya memang tidak sedikit dan beragam. Biaya tambahan yang mungkin di kenakan seperti BPHTB, biaya provisi, biaya notaris, dan lain-lain.


Dengan contoh bila pihak pengembang menjual rumah seharga Rp 200 juta. Umumnya didalam harga ini sudah termasuk:

1.    PPN 10%
2.    Bea Akta Jual Beli (AJB)
3.    Bea Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).
4.    Bea Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Tapi biaya tambahan jual beli rumah berikut ini belum dimasukkan ke dalam harga Rp 200 juta tersebut:

Biaya Jual Beli KPR Rumah

  1. Bea provisi
  2. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
  3. Bea asuransi kebakaran
  4. Bea notaris
  5. Bea Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKHMT)
  6. Bea asuransi jiwa
  7. Bea administrasi
  8. Bea Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT)

biaya tambahan jualbeli rumah

Jadi jika seandainya kita telah menyiapkan DP rumah sebesar Rp 60 juta, sedangkan Rp 140 juta akan dibayar melalui pembiayaan KPR Rumah. Maka besar biaya tambahan jual beli rumah yang harus sudah kita siapkan saat akad kredit tejadi adalah:

Biaya provisi 1% dari plafon kredit, yaitu 1% dari 140 juta yaitu 1,4 juta
BPHTB sebesar 5 % X (NPOP-NPOPTKP), atau secara kasarnya kurang lebih 4% dari 200 juta, yaitu sekitar 8 juta
Biaya asuransi kebakaran +- 350 ribu
Biaya administrasi +- 250 ribu
Biaya apraisal +- 250 ribu
Biaya asuransi jiwa +- 2,5 juta
Saldo blokir sebesar 1 kali angsuran, misal 2 juta
Biaya notaris:
1. Biaya pengecekan sertipikat 100 ribu
2. Biaya pengikatan SKMHT 250 ribu
3. Biaya pengikatan APHT 1,2 juta

Total ke seluruhan biaya tambahan jual beli rumah di luar harga rumah ini adalah sekitar Rp 16 juta.

Jadi sampai kredit rumah disetujui oleh bank, kita harus sudah menyiapkan dana sebesar DP rumah ditambah dengan biaya tambahan jual beli rumah, dalam contoh di atas mencapai sekitar Rp 16 juta + Rp 60 juta = Rp 76 juta.

Jika dana yang kita miliki kurang dari Rp 76 juta, kita harus mencari cara lain. Seperti :

1.    Uang Muka rumah dicicil ke developer rumah, tentu ini tergantung promosi atau deal yang ditawarkan oleh pengembang.
2.    Manfaatkan program promosi rumah KPR tanpa Uang Muka dari bank tertentu
3.    Pinjam Uang Muka rumah ke BPJS ketenagakerjaan melalui program pinjaman uang muka perumahan (PUMP)
4.    Harga rumah dapat ditawar ke pengembang. Dalam kasus ini jika harga rumah turun dari 200 juta, tentu uang muka juga turun dari 60 juta
5.    Minta Uang Muka rumah diturunkan pada pihak pengembang atau bank penyalur KPR.

Setelah rumah KPR disetujui oleh pihak bank penyalur, selanjutnya kita akan membayar cicilan bulanan yang biasanya sudah dimulai bulan berikutnya setelah kita melakukan akad kredit. Biaya jual beli rumah ini harus anda perhitungkan dari awal.

Leave a reply "Biaya Jual Beli KPR Rumah"